Bangkrut Yang Sesungguhnya

6 minutes reading
Thursday, 24 Aug 2023 22:27 0 909 admin

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بالله مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِىَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا الله وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لَا نَبِيَّ وَلَا رَسُولَ بَعدَهُ

اللّهُمَّ صَلِّ  وسلم على نبينا وحبيبنا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

أيها المسلمون أُوصِيكُم وَنَفسِي بِتَقوَى اللهِ فَقَد فَازَ المُتَّقُون

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًاِ

فَإِنَّ أَصدَقَ الحَدِيثِ كِتَابَ اللهِ وَخَيرَ الهَديِ هَديُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ الأُمُورِ مُحدَثَتُهَا وَكُلَّ مُحدَثَةٍ بِدعَةٌ وَكُلَّ بِدعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّار

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, marilah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wata’ala yang telah melimpahkan nikmat dan karunia-Nya yang tidak terhingga kepada kita.

Shalawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, keluarganya, para sahabatnya, dan umatnya yang senantiasa istiqomah menjalankan sunnah-sunnahnya hingga hari kiamat.

Tidak lupa pula kami berpesan dengan pesan yang selalu disampaikan oleh para khatib dan da’i yaitu pesan untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dan istiqomah dalam ketakwaan hingga ajal datang. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Ali Imran 3:102)

Di dalam satu kesempatan ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sedang bersama para sahabat beliau berkata:

أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ

“Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang bangkrut) itu?”

Dalam hadits ini Rasulullah ingin memberikan pelajaran kepada para sahabatnya dengan cara mengajak berpikir, bertanya kepada para sahabat kemudian memberitahu jawaban yang benar.

 قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ

Para sahabat menjawab, ”Muflis (orang yang bangkrut) itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.”

Pertanyaan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah tentang orang yang bangkrut di akhirat nanti namun dijawab oleh sahabatnya dengan orang yang bangkrut di dunia. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun memberitahu para sahabat bahwa maksud bangkrut di sini adalah bangkrut di akhirat, dengan sabda beliau:

 فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Muflis (orang yang bangkrut) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat.

Jawaban yang cukup membingungkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, orang yang bangkrut justru orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan pahala zakat.

Orang yang datang dengan membawa pahala puasa, shalat dan zakat tentunya bukan orang sembarangan, tentu dia mengerjakan puasa, shalat dan zakat tentu terpenuhi semua syarat dan rukun-rukunnya, dia mengerjakannya sesuai tuntunan Rasulullah dan ikhlas lillahi ta’ala. Klau mengapa mereka justru pada hari kiamat menjadi orang yang bangkrut.

Ternyata jawaban Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak berhenti sampai di situ, Rasulullah melanjutkan sabdanya:

 وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Namun (ketika di dunia) dia telah mencaci orang lain, menuduh orang lain dengan tuduhan dusta, makan harta orang, menumpahkan darah orang, dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka” (HR. Muslim).

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, dari hadits ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sebagai seorang muslim kita tidak cukup hanya fokus kepada ibadah sesuai syarat dan rukunnya saja, tapi kita juga harus mengevaluasi diri kita terkait kedzaliman kepada sesama manusia.

Kita perlu menjaga pahala amal yang telah kita lakukan agar tidak habis percuma yang diantaranya karena kedzaliman kita kepada sesama. Allah adalah Dzat yang Maha Adil, segala bentuk kedzaliman sekecil apapun akan dibalas oleh Allah subhanahu wata’ala.

Mencaci, membuli, ghibah bukan urusan yang selesai dikerjakan maka akan selesai begitu juga, namun hisab dan pembalasannya. Pahala orang yang mencaci, membuli, mengghibah dan semisalnya akan diberikan kepada orang yang didzalimi hingga jika pahalanya habis maka dosa orang yang didzalimi akan ditimpakan kepada orang yang mendzalimi hingga akhirnya orang dzalim itu akan dilemparkan ke dalam neraka.

Orang yang shalih bukan hanya menjaga hablun minallah saja tapi juga harus menjaga hablun minannas juga, bukan hanya menjaga ibadahnya kepada Allah tapi juga menjaga perlakuannya kepada sesama. Perlakuan manusia kepada sesama, haqqul adami ada hisabnya di sisi Allah subhanahu wata’ala.

Agama kita menghendaki kita untuk menjaga hubungan kita kepada Allah dengan mengikuti semua perintahNya, disamping itu juga memerintahkan kita untuk menjaga hubungan baik sesama manusia agar tidak saling mendzalimi meskipun kedzaliman itu kecil seperti menghina, merendahkan dan semisalnya.

Semakin besar kedzaliman yang dilakukan kepada sesama manusia maka semakin besar juga hisabnya.

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, ini hendaklah menjadi peringatan sekaligus pemicu bagi kita. Para santri jangan sampai ada saling membuli, senior jangan semena-mena kepada junior, begitu pula junior harus menunjukkan rasa hormat kepada senior.

Di pondok jangan sampai ada pembulian sehingga ada santri yang tidak kerasan karena sering dibuli, saling gosob atau memakai tanpa ijin pemiliknya sehingga ada yang tidak kerasan karena barangnya digosob temannya, atau ada yang tidak kerasan karena barangnya ada yang hilang.

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, demikian adalah perbuatan dzalim kepada sesama manusia, lalu bagaimana dengan kedzaliman kepada Allah subhanahu wata’ala? Kedzaliman kepada Allah secara umum adalah melanggar larangan-laranganNya dan tidak menjalankan perintah-perintahNya.

Allah subhanahu wata’ala adalah Maha Pengampun maka kedzaliman hamba kepadaNya insyaAllah akan diampuni jika hamba mau mendekatkan diri kepadaNya dan memohon ampunanNya. Namun ada satu kedzaliman yang besar yang dengan jelas telah Allah peringatkan dan sampaikan yaitu perbuatan syirik menyekutukan Allah subhanahu wata’ala.

Allah subhanahu wata’ala tidak akan mengampuni dosa syirik dan akan mengampuni dosa selainnya. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (An Nisa 4:48)

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, kedzaliman kepada sesama tidak akan diampuni jika pihak yang didzalimi tidak memaafkan pelakunya atau menghalalkannya, maka marilah kita yang telah berbuat dzalim segera meminta maaf atau meminta halal kepada orang yang pernah kita dzalimi agar kelak kita tidak mendapatkan balasan atas kedzaliman kita di akhirat.

Begitu pula kita jika didzalimi dan pelakunya meminta maaf kepada kita maka itu menjadi kesempatan besar bagi kita untuk bersedekah yang paling besar yaitu memaafkannya.

Ada sebuah kisah yang bisa dijamin kesahihannya; ada seorang nelayan pencari ikan yang menebar jalanya, setelah jalanya ditarik ternyata banyak ikan yang terjala. Lalu ada orang yang melihat itu dan tanpa berpikir panjang langsung meminta ikan yang didapat oleh si nelayan. Si nelayan pun menolak sehingga membuat orang itu marah dan memukul nelayan, nelayan itu pingsan dan jala beserta ikan-ikannya dibawa pulang oleh orang tersebut.

Ketika sampai di rumahnya orang itu berusaha melepaskan ikan yang tersangkut di jala, lalu dengan ijin Allah ada seekor ikan yang menyengat tangannya sehingga tangannya terluka dan infeksi, infeksi semakin parah karena tidak ada dokter yang bisa mengobati hingga jalan terakhirnya adalah harus diamputasi.

Orang ini pun teringat bahwa asal mula tangannya harus diamputasi adalah karena dia pernah berbuat dzalim dengan tangannya itu kepada seorang nelayan. Ia punmenyampaikan kejadian yang menimpanya itu kepada orang-orang agar menjadi pelajaran bagi yang lain, ia juga mencari si nelayan kemudian meminta maaf dan halal kepada nelayan tersebut.

بارك الله لي ولكم في القران العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وقل رب اغفر وارحم وأنت خير الراحمين

 

KHUTBAH KEDUA

 الحَمدَ للهِ    رب العالمين وبه نستعين على أمور الدنيا والدين والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين

أيها الناس اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون

Ma’asyiral muslimin sidang jama’ah jum’ah rahimakumullah, sekali lagi kami wasiatkan untuk diri kami pribadi khususnya dan jama’ah semua umumnya untuk senantiasa menjaga hubungan baik dengan Allah, takwa kepada Allah subhanahu wata’ala, kita penuhi hak-hakNya yang merupakan kewajiban kita, menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

Selain itu kita juga harus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, jangan saling mendzalimi apapun bentuknya baik yang remeh apalagi yang besar karena semua itu ada balasannya apalagi orang yang didzalimi tidak memaafkan dan memberikan halal kepada kita. Naudzubillah min dzalik.

Demikianlah khutbah singkat yang dapat kami sampaikan, semoga banyak memberikan peringatan dan manfaat bagi kita semua.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيتَ عَلَى اِبرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ اِبرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللّهُمَّ بَارِك عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكتَ عَلَى اِبرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ اِبرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌَّنا

لا إله إلا أنت سبحانك إنا كنا من الظالمين

اللهم اغفر لنا ولوالدينا  وارحمها كما ربيانا صغارا

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

سُبْحَٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ  وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِينَ  وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

 

Khatib: Ust. Hasyim Asy’ari

Editor: Adib R

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories