Ramadhan Penuh Berkah

8 minutes reading
Thursday, 6 Apr 2023 23:08 0 512 admin

 

KHUTBAH PERTAMA

الحَمدَ للهِ الحَمدَ للهِ الذي من علينا بإدراك شهر الصيام والقيام وتلاوة القرآن

أَشهَدُ أَن لَا إِلهَ إِلّا الله وَحدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبدُهُ وَرَسُولُهُ لَا نَبِيَّ وَلَا رَسُولَ بَعدَهُ

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيتَ عَلَى اِبرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ اِبرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللّهُمَّ بَارِك عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكتَ عَلَى اِبرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ اِبرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

ٓأَيُّهَا ٱلنَّاسِ أُوصِيكُم وَنَفسِي بِتَقوَى اللهِ فَقَد فَازَ المُتَّقُون

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ

فَإِنَّ أَصدَقَ الحَدِيثِ كِتَابَ اللهِ وَخَيرَ الهَديِ هَديُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ الأُمُورِ مُحدَثَتُهَا وَكُلَّ مُحدَثَةٍ بِدعَةٌ وَكُلَّ بِدعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, kami wasiatkan kepada diri kami khususnya dan seluruh jama’ah jum’ah semuanya marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala karena sungguh akan beruntung orang-orang yang bertakwa itu.

Bergembiralah kalian semua dengan datangnya bulan yang penuh rahmat. Karena nabi kita Muhammad pernah memberikan kabar gembira dengan datangnya bulan Ramadhan sehingga beliau bersabda:

جاءكم شهر رمضان شهر مبارك كتب عليكم صيامه فيه تفتح أبواب الجنة وتغلق أبواب الجحيم وتغل فيه الشياطين فيه ليلة خير من ألف شهر من حرم خيرها فقد حرم

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan diwajibkan puasa di dalamnya (puasa Ramadhan), pada bulan ini pintu surga dibuka dan pintu jahim (neraka) ditutup, pada bulan ini setan-setan dibelenggu, pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang tidak mendapatkan kebaikannya maka ia tidak mendapatkan kebaikan seumur hidupnya.”

Ma’asyiral muslimin jama’ah shalat jum’at rahimakumullah, jangan kita sepelekan bulan yang Allah agungkan kehormatannya yaitu bulan Ramadhan. Allah telah menetapkan hak-Nya dan mengutamakan kita dari umat-umat sebelum kita dengan bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah anugerah yang Allah berikan kepada kita karena dengannya Allah mengampuni dosa-dosa kita dan menutupi aib dan cela kita dari neraka.

Dengan bulan Ramadhan pula semoga Allah menghujani kita dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, menghilangkan siksaan-siksaan dunia yang menimpa kita, diberikan keutamaan sebesar-besar nikmat dan melapangkan dada kita dengan cahaya iman.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits qudsinya:

رُوِيَ عَن النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم أَنه قَالَ ٠ سَمِعت جِبْرِيل يَقُول سَمِعت الله عز وَجل يَقُول يُؤْتى بشاب يَوْم الْقِيَامَة باكيا حَزينًا وَالْمَلَائِكَة تسوقه بمقامع من حَدِيد وَمن نَار وَهُوَ يَقُول الْأمان الْأمان ألف سنة وَلَا أَمَان لَهُ ثمَّ يساق فَيُوقف بَين يَدي الله تَعَالَى فيأمر الله مَلَائِكَة الْعَذَاب أَن تسحبه على وَجهه إِلَى النَّار قلت يَا جِبْرِيل من هُوَ قَالَ شَاب من أمتك قلت وَمَا ذَنبه قَالَ أدْرك شهر رَمَضَان فعصى الله فِيهِ وَلم يسْتَغْفر الله وَلم يتب إِلَيْهِ كي يغْفر الله فَأَخذه الله بَغْتَة

“Diriwayatkan dari nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda; ” Aku mendengar Jibril berkata; “Aku mendengar Allah azza wajalla berfirman; “Akan didatangkan pada hari kiamat seorang pemuda dalam keadaan menangis dan bersedihbersedih, malaikat menggiringnya dengan membawa palu terbuat dari besi dan api, malaikat itu berkata; “kamu merasa aman, kamu merasa aman, beberapa waktu ketika kamu masih hidup di dunia tapi di sini sudah tidak ada rasa aman lagi bagimu” Sampai pemuda itu digiring dan dihaturkan di hadapan Allah subhanahu wata’ala, lalu Allah subhanahu wata’ala memerintahkan malaikat adzab untuk menelungkupkan pemuda itu membuangnya ke neraka.” Kemudian aku (Muhammad) berkata; “Wahai Jibril, siapa pemuda itu?” Jibril berkata; “Pemuda itu adalah dari umatmu” Aku bertanya lagi; “Apa dosanya?” Jibril berkata; “Dia mendapati bulan Ramadhan tapi tetap saja durhaka bermaksiat kepada Allah pada bulan Ramadhan, tidak berpuasa Ramadhan, bahkan ia tidak mau meminta ampun kepada Allah atas dosanya itu, tidak bertaubat sehingga Allah menyiksanya.”

Demikian pula telah diriwayatkan dari nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau berada di Mina:

رُوِيَ عَن النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم أَنه قَالَ بمنى (إِذا كَانَ يَوْم الْقِيَامَة بَيْنَمَا أَنا وَاقِف عِنْد الْمِيزَان فَيُؤتى بشاب من أمتِي وَالْمَلَائِكَة يضربونه وَجها ودبرا فَيتَعَلَّق بِي وَيَقُول يَا مُحَمَّد المستغاث المستغاث بك فَأَقُول يَا مَلَائِكَة رَبِّي مَا ذَنبه فَيَقُولُونَ أدْرك شهر رَمَضَان فعصى الله فِيهِ وَلم يتب فَأَخذه الله فَجْأَة فَأَقُول هَل قَرَأت الْقُرْآن فَيَقُول تعلمته ونسيته فَأَقُول بئس الشَّاب أَنْت فَلَا هُوَ يتركني وَلَا الْمَلَائِكَة يتركونه ثمَّ أشفع لَهُ من الله تَعَالَى فَأَقُول إلهي شَاب من أمتِي فَيَقُول الله تَعَالَى إِن لَهُ خصما قَوِيا يَا أَحْمد فَأَقُول وَمن خَصمه يَا رب حَتَّى أرضيه فَيَقُول الله تَعَالَى خَصمه شهر رَمَضَان فَأَقُول أَنا بَرِيء مِمَّن خَصمه شهر رَمَضَان  ومن يشفع لمن لم يعرف حُرْمَة رَمَضَان فَيَقُول الله تَعَالَى وَأَنا بَرِيء مِمَّن أَنْت بَرِيء مِنْهُ فَينْطَلق بِهِ إِلَى النَّار

 Diriwayatkan dari nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda ketika berada di Mina: “Pada hari kiamat ketika aku sedang berdiri di sisi mizan didatangkanlah seorang pemuda dari umatku sedang dipukuli oleh malaikat pada wajah dan punggungnya lalu pemuda itu bergelantungan padaku sambil berkata; “Wahai nabi Muhammad, saya minta tolong, saya minta tolong padamu” Aku berkata; “Wahai malaikat rab ku, apa dosanya?” Para malaikat berkata; “Ia menjumpai bulan Ramadhan tapi malah bermaksiat kepada Allah di dalamnya dan tidak bertaubat sehingga Allah mematikannya dengan mendadak sebelum ia bertaubat dari dosanya” Kemudian aku (nabi Muhammad) berkata kepada pemuda itu: “Apakah kamu membaca Al Quran?”

Pemuda itu menjawab; “Engkau telah mengajarkannya tapi aku melupakannya” Aku berkata: “Kamu adalah sejelek-jelek pemuda” Dia meninggalkanku tapi malaikat tidak meninggalkannya, akupun memintakan ampunan kepada Allah untuknya. Aku berkata kepada Allah; “Wahai Tuhanku, pemuda yang digebuki malaikat itu adalah dari umatku ya Allah, ampunilaj dia, maafkanlah kesalahan dia.” Allah lalu menjawab: “Permintaan syafaatmu untuk pemuda itu ditolak dengan penolakan yang kuat wahai Muhammad.” Aku berkata; “Siapa yang menolaknya wahai rabku? Sehingga aku mintakan kerelaannya” Kemudian Allah Ta’ala berfirman: “Permintaan syafaatmu untuk pemuda itu ditolak oleh bulan Ramadhan” Aku pun berkata: “Aku berlepas diri dari orang yang ditolak bulan Ramadhan, siapa yang bisa diberi syafaat untuk orang yang tidak mengakui kemuliaan bulan Ramadhan” Allah Ta’ala berfirman: “Aku juga berlepas diri dari orang yang kamu berlepas diri darinya” Akhirnya pemuda itu dimasukkan ke dalam neraka.”

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, hendaknya di bulan Ramadhan ini kita semua rakus dan semangat untuk memanfaatkan kemuliaan bulan Ramadhan, kita juga harus berhati-hati agar tidak menjadi orang yang meremehkan bulan Ramadhan, karena jika itu terjadi berarti akal kita tidak sehat, sesat, dan menunjukkan rendahnya pendidikan agama Islam kita.

Meremehkan bulan Ramadhan dapat mengakibatkan seseorang tidak berpuasa di bulan Ramadhan, yang berarti ia telah berpaling dari perintah rabnya, merusak struktur Islam yang sudah kuat, sehingga Allah menempatkannya di neraka Jahannam.

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, jangan sekali-kali meremehkan bulan Ramadhan dengan menunda-nunda dan mengakhirkan amal, karena kita tidak tahu kapan kita dimatikan oleh Allah subhanahu wata’ala. Karena itu marilah kita bersemangat dalam berlomba-lomba mengerjakan amal shalih di bulan Ramadhan. Marilah kita jauhi nikmatnya tidur malam. Marilah kita nikmati ibadah kita di bulan Ramadhan sehingga kita menjadi ingin agar Ramadhan selalu berada di tengah-tengah kita.

Karena itu marilah kita bersemangat dalam berpuasa, bersemangat dalam siyam dan qiyam kita. Jangan merasa waktu masih panjang, umur masih muda dan masih banyak kesempatan sehingga Allah secara tiba-tiba memutus kesempatan kita, menutup umur kita dan kita kembali kepada-Nya dengan membawa penyesalan karena sedikitnya amal kebaikan kita.

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, janganlah kita menjadi orang yang lalai. Yaitu orang yang terus menerus tidak ada hentinya mengerjakan amalan kejelekan hingga akhirnya kita menyesali amal kejelekan yang telah kita lakukan. Ketahuilah sesungguhnya orang-orang yang mati di dalam kubur mereka senantiasa menyesali masa hidup mereka, mereka sangat ingin bisa menambah ibadah meskipun hanya sebatas ucapan tasbih, tahmid, shalat satu rakaat, bertaubat dan menambah amal kebaikan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ما من ميت يموت إلا ندم إن كان محسنا ندم أن لا يكون ازداد وإن كان موسيئا ندم أن لا يكون استتاب

“Tidak ada orang yang mati dan berada di dalam kuburnya kecuali pasti menyesal, jika seorang ahli berbuat baik mati maka ia pasti menyesal mengapa dahulu amal kebaikan yang ia kerjakan hanya sedikit, orang yang buruk juga menyesal kenapa dahulu tidak bertaubat. Kita memohon kepada Allah agar dijauhkan dari hidup di dunia ini namun selalu dan terus-menerus mengerjakan kejelekan.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُم فِي القُرآنِ العَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُم بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكرِ الحَكِيمِ وَاستَغفِرُوا اللهَ لِي وَلَكُم وَلِسَائِرِ المُسلِمِينَ مِن كُلِّ ذَنبٍ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمِ

KHUTBAH KEDUA

 الحَمدَ للهِ حمدا كثيرا كما أمر أشهَدُ أَن لَا إِلهَ إِلّا الله وَحدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبدُهُ وَرَسُولُهُ لَا نَبِيَّ وَلَا رَسُولَ بَعدَهُ

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيتَ عَلَى اِبرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ اِبرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللّهُمَّ بَارِك عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكتَ عَلَى اِبرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ اِبرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد

فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوصِيكُم وَنَفسِي بِتَقوَى اللهِ فَقَد فَازَ المُتَّقُون

Ma’asyiral muslimin  jama’ah jum’ah rahimakumullah, kembali di sini kami wasiatkan kepada diri sendiri khususnya dan seluruh jama’ah umumnya untuk senantiasa bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, sebagaimana tadi kami sebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam At Tirmidzi bahwa setiap manusia yang mati akan menemui penyesalan. Jika orang baik maka ia menyesal mengapa tidak menambah lebih banyak amalan kebaikannya, sedangkan orang yang ahli berbuat tidak baik maka ia akan menyesal mengapa sewaktu masih hidup tidak berhenti bermaksiat dan bertaubat kepada Allah subhanahu wata’ala.

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, ada baiknya jika saya tambahkan kisah tentang sahabat Sya’bad radhiyallahu ‘anhu. Ada seorang sahabat yang selalu berangkat shalat subuh berjamaah, dan ia selalu paling awal datang di masjid. Ia mengambil posisi di pojok dengan tujuan agar tidak mengganggu orang yang datang belakangan. Namun suatu saat ia tidak ada lagi shalat subuh berjamaah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bertanya kepada para sahabat tentang kenapa sahabat tadi tidak ada shalat subuh berjamaah di masjid.

Para sahabat pun memberitahu Rasulullah bahwa sahabat Sya’bad telah meninggal dunia, maka Rasulullah kembali bertanya; “Adakah di antara kalian yang tahu di mana rumahnya sehingga kita takziyah ke sana?” Lalu ada sahabat yang menjawab; “Ya, saya tahu wahai Rasulullah, namun rumahnya jauh dari sini.” Lalu Rasulullah bersabda; “Tidak apa-apa, kita takziyah ke sana.”

Ternyata jarak antara rumah Sya’bad dengan masjid nabi sangat jauh, yaitu sekitar tiga jam lebih perjalanan. Jarak yang amat jauh namun tidak menghalanginya untuk menjadi yang pertama berangkat shalat subuh berjamaah di masjid nabi. Rasulullah lalu bertanya kepada istrinya Sya’bad: “Adakah wasiat yang beliau tujukan kepada kami sewaktu beliau akan meninggal?” Istrinya pun menjawab; “Tidak wahai Rasulullah. Hanya saja ada kata-kata yang selama ia sampaikan namun aku tidak tahu itu apakah itu wasiat ataukah bukan?.”

Kata-kata itu adalah “Alangkah baiknya, kenapa cuma segitu? Kenapa tidak lebih?” Ia juga berkata: “Kenapa cuma segitu?, kenapa tidak yang lebih baik? Kenapa justru yang jelek?” Lalu ia berkata lagi; “Kenapa cuma segitu? Kenapa tidak semuanya?” Setelah itu ia meninggal dunia.

Kemudian Rasulullah diberi wahyu oleh Allah subhanahu wata’ala tentang maksud kata-kata Sya’bad itu; ternyata ketika ajal sudah dekat maka tabir-tabir rahasia itu sudah Allah buka kepada Sya’bad, diperlihatkan kepada Sya’bad pahalanya mendatangi shalat subuh berjamaah, setelah ia tahu betapa agung pahalanya maka ia berkata; “Alangkah baiknya pahalanya, kenapa cuma segitu jauhnya? Kenapa tidak lebih jauh sehingga pahalanya akan lebih banyak lagi?”

Juga pada saat berangkat shalat subuh berjamaah ia menggunakan pakaian rangkap dua, pakaian yang baik ditaruh di dalam sedangkan yang jelek ditaruh di luar. Dengan pikiran seandainya kotor maka yang kotor adalah yang luar yang jelek sedangkan yang dalam masih baik bisa digunakan ibadah. Di perjalanan ia ketemu orang yang menggigil kedinginan mau mati maka ia pun memberikan pakaiannya yang luar. Kemudian Allah memperlihatkan pahalanya memberi orang yang membutuhkan di saat sehingga sebelum meninggal ia mengatakan; “Kenapa cuma segitu? kenapa tidak yang lebih baik? Kenapa justru yang jelek?”

Lalu setelah pulang dari shalat subuh di masjid nabi, Sya’bad dibuatkan sarapan oleh istrinya, namun sebelum disantap datanglah seorang peminta-minta yang meminta makanannya, maka ia pun memberikan separuh rotinya, sehingga sebelum meninggal ia berkata;  “Kenapa cuma segitu? Kenapa tidak semuanya?”

Demikianlah khutbah yang kami sampaikan, semoga bermanfaat, semoga menambah semangat kita dalam memanfaatkan bulan Ramadhan. Akhirnya marilah kita tutup khutbah ini dengan berdoa kepada Allah subhanahu wata’ala

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيتَ عَلَى اِبرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ اِبرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللّهُمَّ بَارِك عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكتَ عَلَى اِبرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ اِبرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَشهَدُكَ  بِأَنَّكَ أَنتَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الذِي لَم يَلِد وَلَم يُولَد وَلَم يَكٌن لَهُ كُفُوًا أَحَد

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسأَلُكَ حبك وحب من يحبك وحب عمل يقربنا إلى حبك

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

سُبْحَٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ  وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِينَ  وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

 

Khatib: Ust. Sartono Munadi

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories