Surat Al Mulk ayat 2

9 minutes reading
Thursday, 28 Oct 2021 06:22 0 515 admin

KHUTBAH PERTAMA

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهدى الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له

أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي ولا رسول بعده، أما بعد

قال الله تعالى في كتابه الكريم بعد أن أعوذ بالله من الشيطان الرجيم :

يأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون

يأيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساءا واتقوا الله الذي تسائلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا

يأيها الذين أمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما

فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وفي رواية وكل ضلالة في النار

Ma’asyiral muslimin jamaah shalat jum’at rahimani warahimakumullah

Pertama-tama saya selaku khatib di sini mengajak kepada diri saya pribadi khususnya dan juga kepada para jamaah yang hadir di dalam majelis sidang jum’ah yang mulia ini  untuk senantiasa meningkatkan dan juga menguatkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala, cara untuk meningkatkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala setidaknya dengan dua hal;

Yang pertama adalah berusaha menjalankan dan juga melaksanakan apa yang telah Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam perintahkan. Yang kedua dengan cara menjauhi segala hal yang telah Allah subhanahu wa ta’ala larang, menjauhi dan meninggalkan dari hal-hal yang telah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam larang, insya Allah dengan dua hal tadi maka nilai keimanan dan juga ketakwaan kita akan bernilai lebih di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Ma’asyiral muslimin jamaah shalat jum’at rahimani warahimakumullah

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

الذي خلق الموت والحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا

Allah subhanahu wa ta’ala adalah yang menciptakan kehidupan di dunia ini, sehingga adanya kita di dalam kehidupan dunia ini tidak lain dan tidak bukan ليبلوكم , kita akan diuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala ketika kita berada di dalam kehidupan di dunia ini. Untuk apa Allah subhanahu wata’ala menguji kita di dalam kehidupan di dunia ini? ليبلوكم أيكم أحسن عملا  , untuk mencari tahu mana di antara kita yang paling baik, yang paling banyak amalan-amalan kebaikan yang telah kita kerjakan.

Ma’asyiral muslimin jamaah shalat jum’at rahimani warahimakumullah

Kita harus ingat dan juga mengetahui Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam surat al-mukminun ayat 16 dan 17, yang sebelumnya Allah mengabarkan kepada kita tentang proses penciptaan dari pada manusia dari semenjak nutfah sampai terlahirnya manusia, maka kemudian di ayat 16 dan 17 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

ثم إنكم بعد ذلك لميتون

“Lalu sesungguhnya kalian setelah itu (setelah mengalami proses penciptaan dan kehidupan) sesungguhnya kalian akan mati” di dalam ayat 17 Allah melanjutkan lagi:

ثم إنكم يوم القيامة تبعثون

“Kemudian kalian pada hari kiamat akan dibangkitkan”

Sehingga bisa disimpulkan bahwa kehidupan kita di dunia ini awalnya adalah sebuah proses, proses bagaimana kita itu diciptakan sehingga kemudian hadir di dunia ini, kemudian proses yang kedua itu adalah proses kematian, proses kita meninggalkan dunia ini, kemudian proses yang ketiga adalah proses kebangkitan, yang mana nanti kita akan dibangkitkan oleh Allah subhanahu wata’ala dalam rangka mempertanggung jawabkan, dalam rangka mempertangung jawabkan kehidupan kita selama kita hidup di dunia ini.

Ma’asyiral muslimin jamaah shalat jum’at rahimani warahimakumullah

Lalu kita melihat pada ayat-ayat Al Quran ketika menceritakan kehidupan akhirat ataupun kehidupan setelah kita meninggal, ternyata ketika kita bandingkan dengan kehidupan kita di dunia maka tidak ada bandingannya, artinya selisihnya sangat banyak sekali. sebagaimana Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda:

أعمار أمتي بين ستين وسبعين سنة

“Umur umatku antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun”

Artinya kebanyakan daripada umur umat Nabi Muhammad ketika hidup di dunia ini umurnya itu berkisar antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun. Adapun ketika ada yang lebih itu adalah tambahan dari Allah subhanahu wata’ala, tetapi 60 tahun yang kita jalani ketika kita bandingkan dengan kehidupan kita di akhirat maka kehidupan kita itu ibarat hanya seperti lima menitnya. kita hidup di dunia ini kalau kita bandingkan dengan kita hidup di akhirat nanti, tidak lain hanya sekitar kita hidup hanya lima menit saja.

Di dalam surat Al Haj ayat 47 Allah subhanahu wata’ala berfirman:

إن يوما عند ربك كألف سنة مما تعدون

“Sesungguhnya sehari di sisi Rabmu bagaikan seribu tahun di dunia”

Artinya perbandingan kehidupan di akhirat dengan kehidupan di dunia itu sangat jauh sekali, satu hari di dunia berarti dua puluh empat jam dan hidup itu selama enam puluh sampai tujuh puluh tahun, sedangkan di akhirat satu harinya seperti seribu tahun di dunia. Di dalam ayat yang lain

يوما كان مقداره خمسين ألف سنة

Satu hari bagaikan lima puluh ribu tahun ketika dibandingkan hidup di dunia, artinya satu hari kita hidup di akhirat itu belum ada apa-apanya dengan ketika dijumlah dengan umur yang kita jalani ketika hidup di dunia. sehingga bisa disimpulkan setidaknya kita hidup di dunia itu hanya sementara, antara lima menit sampai tujuh menit, sehingga ketika orang-orang itu dibangkitkan mereka juga terasa sangat sebentar sekali sehingga mereka mengatakan:

ومن بعثنا من مرقدنا

“Siapa yang membangkitkan kami dari tidur kami”

karena mereka merasa kehidupan di dunia itu apa? sangat cepat sekali, mereka merasa tidak banyak yang mereka kumpulkan.

Maka disini ma’asyiral muslimin rahimani warahimakumullah

Mari kita bersama-sama merenungi dan juga menghayati ayat-ayat yang telah Allah beritahukan kepada kita di dalam Al Quran, bahwa kita hidup di dunia ini itu hanya sekedar sebagai kendaraan ataupun sebagai tempat untuk mencari bekal, yang akan kita gunakan menuju suatu kehidupan yang kekal, kehidupan yang selama-lamanya, yaitu kehidupan akhirat yang ujungnya adalah surga atau neraka.

Ma’asyiral muslimin rahimani warahimakumullah

Maka dari itu mari kita bersama-sama sedikit menghayati bagaimana cara kita agar bisa menjadikan umur kita yang sedikit ini, yang ketika dibandingkan dengan kehidupan akhirat hanya seperti lima menit, tetapi bisa menghasilkan dan bisa memperoleh tabungan-tabungan amal sholeh dan amalan-amalan kebaikan yang akan menjadi sebaik-baik pahala bagi kita semua dan juga menjadi sebaik-baik harapan yang bisa kita jadikan harapan ketika di akhirat nanti.

Sebagaimana Allah subhanahu wata’ala pernah berfirman di dalam surat Al Kahfi:

المال والبنون زينة الحياة الدنيا والباقيات الصالحات خير عند ربك ثوابا وخير أملا

Ketahuilah bahwa harta dan anak-anak itu adalah sekedar perhiasan dunia, sekedar hiasan yang ada di dunia, tetapi Allah menyebutkan setelahnya والباقيات الصالحات خير عند ربك ثوابا وخير أمل , ketahuilah di sana ada yang lebih baik daripada harta, di sana ada yang lebih baik daripada anak-anak yang kita banggakan yaitu apa الباقيات الصالحات yaitu sisa-sisa, bekas-bekas dari amal sholeh yang kita kerjakan di dunia, الباقيات الصالحات di situ adalah sebaik-baik yang bisa kita jadikan harapan, yang mana kita tahu nanti di akhirat kita akan banyak berharap dari harapan-harapan yang dulu yang kita kerjakan di dunia tetapi sebaik-baik harapan yang bisa kita jadikan harapan ketika di akhirat itu adalah الباقيات الصالحات

Apa tafsir الباقيات الصالحات ? para ulama berbeda pendapat, ada yang mengatakan itu adalah berkaitan dengan dzikir-dzikir dan doa-doa yang sering kita ucapkan, dan itu akan menjadi bekal bagi kita ketika di akhirat. Dan itu nanti ketika di akhirat akan Allah subhanahu wa ta’ala jadikan sebagai sebuah harapan yang nanti bisa membantu dan menolong kita. Ulama yang lain mengatakan bahwa الباقيات الصالحات itu adalah amalan-amalan kebaikan, baik berupa shalat, puasa, sedekah ataupun amal-amal sholeh yang lain yang kita lakukan di dunia. Maka amal-amal itu bisa dijadikan sebagai sebaik-baik pahala atau balasan dan juga sebagai sebaik-baik harapan yang nanti kita bisa jadikan harapan pada saat kita tidak mempunyai harapan, maka الباقيات الصالحات itu insya Allah akan bisa menjadi penolong ataupun sebaik-baik harapan yang kita bisa jadikan harapan.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني بما فيه من الآيات والذكر الحكيم أقول قولي هذا واستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

KHUTBAH KEDUA

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهدى الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له

أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي ولا رسول بعده، أما بعد

Ma’asyiral muslimin sidang jamaah shalat jum’at rahimani warahimakumullah

Di dalam surah Al Qasshas ayat tujuh 70 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman mengingatkan kepada kita semua

وابتغي فيما آتاك الله الدار الآخرة

“Wahai manusia, carilah dari apa yang telah Allah berikan kepada kalian untuk persiapan menyongsong kehidupan di akhirat nanti!”

Ma’asyiral muslimin  jamaah shalat jum’at rahimani warahimakumullah

Dari ayat ini kita pahami bahwa Allah subhanahu wa ta’ala sudah mengingatkan kepada kita bahwa apa yang telah Allah berikan kepada kita seharusnya bisa kita jadikan sebagai modal, kita jadikan sebagai bentuk tabungan nanti ketika kita di akhirat. Setidaknya kita bisa jadikan apa yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada kita itu, untuk mencari kebaikan-kebaikan di kehidupan akhirat nanti.

Di dalam satu syair pepatah ataupun penyair Arab mengatakan:

إنما الدنيا إلى الجنة والنار طريق والليالى متجر الإنسان والأيام سوق

إنما الدنيا إلى الجنة والنار طريق sesungguhnya dunia ini adalah seperti sebuah kendaraan yang akan mengantarkan kita ke surga atau ke neraka, sehingga apapun yang kita miliki di kehidupan dunia ini hakekatnya adalah yang akan mengantarkan kita ke surga atau pun neraka. Contoh jika kita punya  sebuah kendaraan, jika kendaraan itu kemudian mengantarkan kita ke tempat-tempat yang didirikan salat berjamaah, ke majelis-majelis ilmu ataupun pengajian-pengajian, ataupun untuk kebaikan kebaikan orang lain, maka bisa dikatakan bahwa dunia yang dia punya sedang mengantarkan dirinya kepada surga. Tetapi apabila apa yang ia miliki itu justru mengantarkan dirinya kepada perbuatan dosa, mengantarkan dirinya kepada perbuatan maksiat, sangat ditakutkan bisa jadi dunia yang dia miliki itu akan mengantarkan dirinya kepada neraka.

Maka dari itu والليالى متجر  , malam-malamnya manusia itu adalah penuh dengan niaga, artinya banyak waktu yang  justru akan bisa memberikan keuntungan kepada kita dengan keuntungan yang sangat banyak, salah satunya adalah dengan shalat malam, dengan beristighfar dan juga dengan kebaikan-kebaikan yang lainnya yang  tidak semua manusia itu bisa melakukannya.

الإنسان والأيام سوقhari-hari manusia itu penuh dengan pasar, artinya kalau dia bisa memaksimalkan hari-harinya, maka dia akan bisa memperoleh keuntungan yang sangat banyak. Maka ini mengarah kepada tujuan kita diciptakan di dunia ini. Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam surah Az-Zaariyat ayat lima puluh enam:

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah” dalam hal ini bukan berarti kemudian hari-hari kita itu kemudian kita gunakan untuk shalat, untuk puasa, tetapi kita diperintahkan untuk menjadikan kehidupan ini agar nilai-nilai ibadah itu selalu ada sehingga kehidupan kita akan penuh dengan pasar, penuh dengan keuntungan yang nanti akan kita raih di kehidupan akhirat. Seperti apa? Yaitu kita niatkan apa yang kita lakukan di dunia ini meskipun sesuatu yang sederhana tetapi kalau kita niatkan kebaikan, kita niatkan ibadah maka insyaAllah segala nilai-nilai, segala aspek-aspek dari kehidupan yang kita jalani dalam satu harinya itu akan bernilai ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Di saat kita bekerja mencari nafkah dan kita niatkan untuk menafkahi keluarga kita, maka dengan keluarnya kita dari rumah, kita melangkahkan kaki kita ke tempat kita bekerja, maka itu akan dinilai ibadah oleh Allah subhanahu wata’ala. Keluarnya kita dari rumah menuju tempat-tempat majelis ilmu maka semenjak kita niat kita langkahkan kaki kita menuju tempat tersebut maka kita sudah dinilai ibadah kepada Allah subhanahu wata’ala.

Inilahوما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون   “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia tidak lain dan tidak bukan kecuali beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala” yang maksudnya adalah bisa menjadikan segala aspek daripada nilai-nilai kehidupan yang dia jalani itu nilainya penuh dengan nilai-nilai ibadah. Meskipun tidak diisi dengan amalan-amalan yang banyak, tetapi meskipun dengan sesuatu yang sedikit tetapi dia bisa menjadikan nilai-nilai nilai-nilai ibadah maka insya Allah itu akan bermanfaat bagi dirinya sehingga mengingatkan kita bahwa kita hidup di dunia ini adalah untuk kembali kepada kehidupan di akhirat nanti

Ma’asyiral muslimin jamaah shalat jum’at rahimani warahimakumullah

Mungkin ini sedikit yang bisa khatib sampaikan, semoga menjadi tadzakkur, semoga menjadi pengingat bagi khatib dan juga para jamaah pada umumnya untuk mengingat bahwa sesungguhnya kehidupan di dunia ini itu hanyalah sementara, kehidupan di dunia ini hanyalah kendaraan, tempat untuk berniaga yang hasilnya nanti untuk kita nikmati di akhirat, apakah tempat kita nanti itu di surga ataupun tempat kita nanti di neraka.

Mari kita akhiri khutbah Jum’at kali ini dengan doa kepada Allah subhanahu wa ta’ala

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات

اللهم اغفر لنا ذنوبنا وكفر عنا سيئاتنا وتوفنا مع الأبرار

اللهم أنت الشافي وأنت المعافي لا شفاء إلا شفاءك

اللهم اشف مرضانا ومرضى المسلمين

اللهم اشف مرضانا ومرضى المسلمين

اللهم اشف مرضانا ومرضى المسلمين

اللهم ألبسهم لباس الصحة والعافية

اللهم ألبسهم لباس الصحة والعافية واجمع لهم بين الأجر والعافية

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين

 

Khatib : Mu’tashim lidinillah

Editor : Adib

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories