Generasi Al Muzammil

6 minutes reading
Thursday, 26 May 2022 12:39 0 440 admin

 

KHUTBAH PERTAMA

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ به من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهدى الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله

اللهم صل وسلم على نبينا وحبيبنا محمد وعلى آله وأصحابه وكل من نهج بمنهجه إلى يوم الدين، أما بعد

فيأيها المسلمون أوصيكم ونفسي بتقوى الله حيث قال تعالى

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim” (QS. Ali Imran: 102)

Ma’asyiral muslimin sidang jamaah jum’ah hafizhakumullah, marilah kita panjatkan rasa syukur kita ke hadirat Allah subhanahu wata’ala dan kita jadikan syukur tersebut sebagai wasilah, sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada-Nya, takwa yang sesungguhnya, takwa yang terwujudkan dalam kehidupan sehari-hari kita, takwa dalam artian menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ

 “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (Q.S. Al Baqarah: 197)

Maasyiral muslimin sidang jamaah jumah hafizhakumullah, Allah subhanahu wata’ala mengingatkan kita tentang bagaimana para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang nantinya akan menjadi penerus beliau di dalam menyebarkan risalah yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita diingatkan oleh Allah bagaimana mereka menjadi generasi terbaik, yang jika kebaikan mereka dibandingkan dengan kebaikan mereka maka kebaikan kita tidak ada apa-apanya.

Sesungguhnya mereka radhiyallahu ‘anhum bisa seperti itu dikarenakan mereka menjalankan firman Allah dalam surah Al Muzammil, oleh itulah mereka disebut dengan Generasi Al Muzammil. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمُزَّمِّلُ

قُمِ ٱلَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا

نِّصْفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

إِنَّا سَنُلْقِى عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّيْلِ هِىَ أَشَدُّ وَطْـًٔا وَأَقْوَمُ قِيلًا

Artinya: Hai orang yang berselimut (Muhammad) (1) bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya) (2) (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. (3) atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. (4) Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. (5) Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (6) (Q.S. Al Muzzammil : 1-6)

Maasyiral muslimin sidang jamaah jumah hafizhakumullah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa dengan ayat ini Allah subhanahu wata’ala mewajibkan qiyamul lail kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya berdasarkan awal surat tersebut. Maka setelah mendapatkan perintah ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat radiyallahu ‘anhum menjalankan qiyamul lail pada malam-malam mereka hingga kaki mereka bengkak karena saking panjangnya shalat mereka dan mereka lakukan itu selama dua belas bulan.

Setelah berlalu dua belas bulan maka Allah subhanahu wata’ala memberikan keringanan kepada mereka dengan menjadikan hukumnya menjadi sunnah.

Maasyiral muslimin sidang jamaah jumah hafizhakumullah, surah Al Muzammil ini mengingatkan kita sebagai kaum muslimin, sebagai orang yang memegang teguh risalah yang dibawa dan disebarkan oleh Rasulullah, lalu dilanjutkan oleh para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan umatnya hingga saat ini yang sampai kepada kita, bahwasanya pada marhalah Al Muzammil ini, marhalah yang dibina langsung oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,  dibina dengan begitu kuat, digembleng dengan begitu mantap, sehingga mereka menjadi khairul qurun.

Para sahabat ditempa selama satu tahun dengan tempaan yang kuat, malam malam mereka mereka isi dengan qiyamul lail, shalat malam, sehingga dengan gemblengan shalat malam ini mereka menjadi orang-orang yang sangat takut kepada Allah subhanahu wata’ala, mereka menjadi sangat tunduk kepada Allah subhanahu wata’alawata’ala,  menjadi orang-orang yang siap menanggung beban perintah Allah subhanahu wata’ala dan menjadi generasi yang selalu berpegang kepada perintah Allah subhanahu wata’ala.

Mereka adalah generasi Al Muzammil yang malam malamnya tidak pernah dilewatkan dengan hanya tidur saja, tapi ada waktu waktu pada malamnya mereka bangun mengerjakan shalat malam, menegakkan qiyamul lail hingga pagi.

Maasyiral muslimin sidang jamaah jum’ah hafizhakumullah, kewajiban ber qiyamul lail ini bukanlah hanya mengerjakan shalat di malam hari,  tapi merupakan tarbiyah imaniyah, pendidikan iman, tarbiyah yang diberikani Allah subhanahu wata’ala, terbiyah kepada umat agar umat ini selalu berhubungan dengan Allah subhanahu wata’ala dan agar umat ini mau bermunajat kepada Allah subhanahu wata’ala di malam malam mereka.

Qiyamul lail ini merupakan wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata’ala, wasilah untuk menyampaikan syukur kepada Allah subhanahu wata’ala,  wasilah untuk menjadi orang-orang yang tunduk, menjadi orang-orang yang bertawakkal kepada Allah subhanahu wata’ala.

وَٱذْكُرِ ٱسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

رَّبُّ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَٱتَّخِذْهُ وَكِيلًا

Artinya: “Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (8) (Dialah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.(9)” (Q.S. Al Muzzammil : 8-9)

Maasyiral muslimin sidang jamaah jum’ah hafizhakumullah, ayat ini sekali lagi menginginkan kepada kita tentang bagaimana para sahabat radhiyallahu ‘anhum itu ditempa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,  ayat ini juga mengingatkan kepada kita bahwa di malam ada waktu-waktu istimewa sehingga kita tidak terlena, sehingga tidak kita lewatkan begitu saja dengan tidur semalam suntuk tanpa sedikitpun bangun kecuali saat adzan subuh telah dikumandangkan.

Sungguh itu bukan generasi Al Muzammil, generasi Al Muzammil adalah generasi yang malam malamnya bukan hanya dihabiskan untuk tidur, tapi digunakan untuk berdzikir, ada tasbih, ada tahlil, ada qiyamul lail yang mereka panjatkan, yang mereka munajatkan kepada Allah subhanahu wata’ala.

Generasi Al Muzammil adalah mereka yang bacaan Al Qurannya bukan hanya bacaan bi nadzor, generasi Al Muzammil adalah mereka yang memiliki hafalan sebagian dari Al Quran atau bahkan hafalan penuh 30 juz sehingga mampu untuk dibaca sewaktu-waktu tanpa harus melihat mushaf, sehingga mampu bermunajat kepada Allah di tengah malamnya dengan waktu yang lama sampai kaki mereka bengkak karena saking lamanya asik bermunajat kepada Allah subhanahu wata’ala.

Sungguh maasyiral muslimin yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala, ketika kita mampu menghidupkan malam dengan qiyamul lail apalagi sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat maka itu merupakan nikmat dari Allah subhanahu wata’ala yang paling agung. Itulah nikmat yang sesungguhnya, betapa nikmatnya nikmat tersebut, tatkala kita bisa tegak berdiri bermunajat kepada Allah subhanahu wata’ala, hati kita kita hadapkan kepada Allah subhanahu wata’ala, kita tunduk memohon kepada-Nya apa yang kita inginkan, yang kita hajatkan. Bahkan ketika qiyamul lail itu menjadi kebiasaan kita.

Itulah generasi Al Muzammil, generasi yang selalu asik bermunajat kepada Allah subhanahu wata’ala, bukan diwaktu siang dan jaganya saja, akan tetapi di waktu malam, di waktu manusia terlelap tidur, di waktu manusia asik di dalam mimpinya. Mereka bangun, bergegas mengambil air wudhu lalu berqiyamul lail, berdoa, berdzikir dan bermunajat kepada Allah subhanahu wata’ala.

 بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم واستغفروا الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب إنه هو الغفور الرحيم

 

KHUTBAH KEDUA

الحمد لله، الحمد لله حق حمده عدد خلقه ورضى نفسه وزنة عرشه ومداد كلماته

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله

اللهم صل وسلم على نبينا وحبيبنا محمد وعلى آله وأصحابه وكل من نهج بمنهجه إلى يوم الدين

أما بعد

Maasyiral muslimin sidang jamaah jum’ah hafizhakumullah, sekali lagi marilah kita sentiasa untuk selalu meningkatkan rasa takut kita kepada Allah subhanahu wata’ala dan senantiasa kita mencoba untuk meningkatkan takwa kita kepada Allah subhanahu wata’ala dengan menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.

Maasyiral muslimin sidang jamaah jum’ah hafizhakumullah, untuk menghasilkan generasi Al Muzammil yang tangguh, sebagaimana mereka maka kita harus memiliki beberapa juz dari Al Quran, bukan hanya sekedar beberapa ayat sehingga bisa menjadi bekal kita untuk bermunajat kepada Allah subhanahu wata’ala. Bagaimana kita bisa bermunajat kepada Allah dengan begitu panjang jika hafalan kita hanya beberapa ayat atau beberapa surat yang pendek. Namun ketika kita memiliki hafalan beberapa juz maka kita bisa bermunajat kepada Allah dengan panjang seperti yang dilakukan oleh generasi Al Muzammil.

Oleh karena itu para generasi muda yang masih diberi kesempatan dan kemampuan untuk menghafal Al Quran maka gunakanlah kesempatan itu,  itu adalah kesempatan emas yang bisa mengantarkan kalian menjadi generasi Al Muzammil yang bisa memanfaatkan malam-malamnya untuk bermunajat kepada Allah subhanahu wata’ala,  bukan digunakan untuk hanya dengan begadang dan bersenda gurau,  tidak dipenuhi dengan dzikir, tidak ada tasbih,  apalagi munajat dalam panjangnya qiyamul lail. Itu bukan perilaku generasi Al Muzammil, itu adalah prilaku yang menyia-nyiakan kesempatan emas untuk bermunajat kepada Allah subhanahu wata’ala.

Demikianlah maasyiral muslimin sidang jamaah jum’at yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala, khutbah singkat yang bisa kami sampaikan, semoga mengingatkan kita akan pentingnya qiyamul lail sehingga kita tidak menghabiskan malam kita hanya dengan tidur dari sore sampai adzan subuh berkumandang.

إن الله وملائكته يصلون على النبي يأيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات

ربنا اغفر لنا ولوالدينا وارحمهما كما ربيانا صغارا

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك، ويا مصرف القلوب صرف قلوبنا إلى طاعتك

اللهم إنا نسألك الهدى والتقى والعفاف والغنى

اللهم إنا نسألك حبك وحب من يحبك وحب عمل يبلغنا إلى حبك

اللهم بلغ لنا إلى رمضان وتقبله منا

ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

وصلى الله وسلم على نبينا محمد ، سبحان الله رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

 

 

Khatib: Ust. Muzaidi

Editor : Adib

 

 

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories