Berpagi-pagi Menuju Shalat Jum’at

4 minutes reading
Thursday, 5 Oct 2023 14:34 0 873 admin

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بالله مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِىَ لَهُ َأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا الله وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لَا نَبِيَّ وَلَا رَسُولَ بَعدَهُ

اللّهُمَّ صَلِّ  وسلم على نبينا وحبيبنا محمد وعلى آله وأصحابه وكل من نهج بمنهجه إلى يوم الدين

أيها المسلمون أُوصِيكُم وَنَفسِي بِتَقوَى الله حيث قال تعالى في كتابه الكريم، أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُون

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”

Ma’asyiral muslimin jama’ah jum’ah rahimakumullah, di dalam khutbah singkat siang ini kembali kami ketengahkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang hampir dilupakan oleh kebanyakan kaum muslimin, hanya sedikit sekali yang mengerjakannya. Sunnah itu adalah berpagi-pagi dan bersegera berangkat menuju shalat jumat.

Ma’asyiral muslimin sidang jama’ah jum’ah rahimakumullah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu beliau shallallahu alaihi wasallam mengiming-imingi ummatnya dengan sabdanya:

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْأُولَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً ، فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْر

“Barangsiapa yang mandi seperti mandi junub pada hari Jumat, kemudian pada waktu pertama ia berangkat Jumat, maka seakan ia berkurban unta badanah. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu kedua, seakan berkurban sapi. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu ketiga, seakan berkurban kambing yang bertanduk. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu keempat, seakan berkurban ayam. Dan barangsiapa berangkat Jumat pada waktu kelima, seakan berkurban telur. Saat imam keluar berkhutbah, malaikat hadir seraya mendengarkan khutbahnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ma’asyiral muslimin sidang jama’ah jum’ah yang dimuliakan Allah, Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah menjelaskan maksud dari waktu waktu tersebut, dalam hadits tersebut Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membagi waktu berangkat shalat jum’at menjadi lima bagian.

Ibnu Utsaimin menjelaskan: Waktu-waktu itu dibagi lima, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjelaskan masing-masingnya secara rinci berikut perbandingan antar bagiannya. Waktu yang lima itu dimulai sejak terbitnya Fajar, tapi ada juga yang mengatakan dimulai dari terbitnya matahari hingga keluarnya imam untuk berkhutbah. Dan sepanjang waktu itulah dibagi menjadi lima waktu dengan bisa diperkirakan.

Ma’asyiral muslimin sidang jama’ah jum’ah yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala, Imam An Nawawi rahimahullah juga menjelaskan di dalam kitab Al Majmu’:

Jika waktu berangkat Jum’at itu dihitung sejak terbitnya matahari hingga keluarnya imam untuk berkhutbah di atas mimbar maka itu menunjukkan bahwa orang yang datang shalat Jum’at setelah imam naik mimbar untuk berkhutbah tidak akan mendapatkan apapun dari yang dijanjikan oleh Rasulullah dalam hadits tadi. Bahkan orang tersebut tidak mendapatkan catatan keutamaan karena para malaikat termasuk malaikat pencatat telah datang mendengarkan khutbah dan lembar catatan amal telah dilipat.

Ma’asyiral muslimin sidang jama’ah jum’ah rahimakumullah, maka amat disayangkan sekali jika kita yang tidak ada kesibukan namun berangkat shalat Jum’at masih menunggu adzan dikumandangkan bahkan ketika khatib sudah menyampaikan khutbahnya.

Sangat jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, ketika selesai shalat subuh jalanan sudah dipenuhi orang-orang yang membawa obor berangkat menuju masjid Jami’ untuk menunggu mengerjakan shalat Jum’at. Waktu menunggu itu mereka gunakan untuk shalat dhuha, menghatamkan bacaan Al Quran, dan untuk memperbanyak shalawat dan dzikir kepada Allah subhanahu wata’ala.

Jika kita tidak mampu untuk mengikuti apa yang dikerjakan oleh para sahabat tersebut setidaknya kita berangkat shalat Jum’at sebelum adzan atau sebelum khatib berkhutbah di atas mimbar. Dengan begitu kita tetap bisa mendapatkan keutamaan dan janji yang diiming-imingkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam hadits di atas, karena ketika khatib sudah berkhutbah catatan amal sudah dilipat.

بارك الله لي ولكم في القران العظيم ونفعني وإياكم  من الآيات والذكر الحكيم واستغفروا الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب إنه هو الغفور الرحيم

 

KHUTBAH KEDUA

الحمد لله وكفى والصلاة والسلام على رسول الله المجتبى وعلى آله وكل من واله

أشهد أن لا إله إلا الله وحده وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي ولا رسول بعده

أما بعد فيا أيها المسلمون

Ma’asyiral muslimin sidang jama’ah jum’ah rahimakumullah, sekali lagi pesan takwa kami sampaikan, takwa adalah bekal utama bagi kita dalam mengarungi hidup ini, takwa adalah bekal satu-satunya agar kita mendapatkan kebahagian hidup di dunia dan akhirat. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa” (Al Baqarah 2:197)

Ma’asyiral muslimin sidang jama’ah jum’ah rahimakumullah, dan di antara jalan bekal takwa kita adalah dengan senantiasa melazimi sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, termasuk sunnah yang hari ini sering dilupakan dan sedikit sekali yang mengerjakannya.

Ma’asyiral muslimin sidang jama’ah jum’ah hafizakumullah, demikianlah khutbah singkat yang kami sampaikan, semoga Allah subhanahu wata’ala tetap dan selalu memberikan kemampuan kepada kita untuk menjadi hamba-hambaNya yang senantiasa mensyukuri nikmat-Nya dan menjadi bagian dari umatnya yang senantiasa menjaga sunnah-sunnahnya.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيتَ عَلَى اِبرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ اِبرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللّهُمَّ بَارِك عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكتَ عَلَى اِبرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ اِبرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌَّ

اللهم إنا نسألك يا الله بأن تغيث علينا غيثا مغيثا مريئا نافعا غير ضار

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات

اللهم اغفر لنا ولوالدينا  وارحمها كما ربيانا صغارا

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك ويا مصرف القلوب صرف قلوبنا إلى طاعتك

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

سُبْحَٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ  وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِينَ  وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

 

Khatib: Ust. Muzaidi Lc

Editor: Adib R

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories